Selasa, 06 November 2012

My First Snow in Seoul

Pagi itu langit terlihat mendung, aku menatap langit mungkinkah akan turun salju ? tanyaku dalam hati. Kuulurkan kedua tanganku kedepan tiba-tiba bulir-bulir es kecil mendarat tepat di kedua telapakku "salju" gumamku pelan, aku kembali menatap langit bulir-bulir salju mulai berjatuhan orang-orang yang ada di sekitarku terlihat senang melihat salju turun, aku tersenyum kemudian kututup kedua mataku sambil menjulurkan kedua telapak tanganku ke depan aku berterima kasih kepada Tuhan karena keinginanku untuk melihat salju pertam di Korea Selatan tepatnya Seoul tercapai, aku menyentuhnya salju sungguhan salju yang benar-benar jatuh dari langit. Aku tertawa kecil dan bertariak entah orang-orang ingin menganggapku tidak waras aku tak peduli kebahagiaanku untuk petama kali semenjak ku menapakkan kakiku di negeri para Boyband dan Girlsband yang unyu dan kece ini.
Kutarik nafasku panjang, melihat orang-orang di sekitarku yang sedari tadi sibuk dengan pekerjaan masing-masing, yah begitulah rakyat korea mereka terkenal lebih mengutamakan pekerjaan dari pada istirahat karena mereka berfikir jika menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tidak berguna maka itu artinya mereka juga akan membuang kesempatan untuk mendapatkan uang. Hahahah aku tertawa sendiri memikirkan bagaimana jika hal ini terjadi pada rakyat Indonesia ?
mungkin mereka akan mengeluh apalagi hampir semuanya tergolong manusia pemalas da itulah salah satu faktor mengapa Indonesia negara kita tercinta ini tidak bisa maju. Eits jangan berburuk sangka dulu yah aku bukannya mencemoh negara sendiri tapi ini hanya sebuah penanggapan dan mungkin bukan hanya aku seorang yang berkata seperti ini.
Kulangkahkan kakiku sambil menggenggam kamera dan tak hentinya menjepret sana-sini, sering kali kuterkesima melihat masyarakat korea selatan (Seoul) bekerja begitu keras untuk mencapai tujuan dan keinginan mereka dari mereka aku mendaptkan banyak pelajaran dan aku sadar ini akan menjadi sebuah kesan baik dalam sejarah hidupku, di Indonesia memang banyak hal yang membuatku terkesima tapi akan berbeda jika kita melihat dari negara lain dan itulah yang kurasakan perbedaan yang sangat jauh tidak membuat mereka menyerah begitupun Indonesia tapi sayang di Indonesia lebih mengidolakan korupsi di banding menjaga nama baik negara sendiri. Aku kembali tersenyum sembari menggeleng kepala, apa yang kufikirkan ? aah ini bukan saatnya untuk memikirkan hal-hal seperti itu ini saatnya aku bersenang-senang menikmati masa liburanku di Seoul aku tak ingin ini semua berantakan hanya karena hal-hal yang tak penting huft aku mendesah pelan dan kembali melangkahkan kaki.
Tiba-tiba terdengar suara benturan yang cukup keras, suara itu berasal dari arah kanan tempatku berpijar sekarang. Salju turun semakin banyak kukeluarkan mantel dingin yang kubawa sebelum berangkat dari tas punggungku yang kemudian kukenakan, udara semakin dingin aku menggerutu kedinginan tapi itu tak mengapa kumulai mencari asal suara benturan yang tadi mengusikku, kulihat ada banyak kerumunan orang aku berfikir apakah terjadi sebuah kecelakaan ? dan ternyata setelah ku pastikan itu benar-benar jauh dari apa yang kubayangkan. Ternyata hanya sebuah perayaan aku tak melewartkan momen ini aku dengan sigap menjempret kesana kemari hingga ku tak menyadari ternyata aku menyenggol sesorang, "aah miane omonim.." aku sedikit tau berbaha korea dan untunglah orang yang ku senggol tidak marah dia malah tersenyum dan menepuk punggungku dan menyuruhku untuk berhati-hati aku membalas senyumnya "heh lega" desahku.
                                                                       ***
Hari semakin gelap salju sudah tak turun aku memutuskan untuk kembali ke apartemen namun sebelum itu aku membeli makanan karena dari tadi aku belum makan apapun. Aku tertarik dengan satu warung kecil dan aku memilih untuk makan disitu. Aku tak memesan makanan terlalu banyak, bukan karena sedang mengirit tapi aku takut nantinya tidak akan habis dan kata mamaku itu tidak baik karena aku telah membuang rezeki yang diberikan Tuhan hahah aku jadi merindukan Mama dan Papaku tapi aku membiarkan itu semua dan ku bulatkan tekatku untuk belajar mandiri aku juga sudah berjanji kepada Mama dan Papa untuk tidak menjadi anak manja yang hanya pintar berhura-hura dan alhasil aku memang tidak menyukai hal-hal seperti itu. Kusantap makanan yang dibawakan oleh seorang bibi yang masih terlihat muda mungkin umurnya tidak jauh dari mamaku dia tersenyum sambil mempersilhkanku untuk segera menyantap masakannya "ye' khamzahamnida ahjumma" dia hanya tersenyum dan berlalu meninggalkanku sendiri.
Makananku telah habis, kulihat jam tanganku ternyata sudah hampir jam 12 malam, tapi masih banyak masyarakat yang bekerja ya ampun ngaak cape' tuh orang kerja mulu' ? gumamku dalam hati. Aku meninggalkan uang di atas meja "Ahjumma gumawo" bibi itu menghampiriku "khamzahamnida" sambil membungkukkan badannya yah itulah tradisi masyarakat orang korea selalu menghormati orang-orang tanpa memandang usia. Kuputuskan untuk kembali ke apartement, kusetop sebuah taxi dan mengarahkannya untuk ke daerah gangnam karena disitulah apartemenntku berada.
                                                                      
                                                                             ***

Aku baru selesai mandi, kumenggenggam sebuah gelas minuman dan terduduk diam di sebuah sofa yang cukup besar yang ada di teras apartemenku, aku menatap langit dan mengambil sebuah pena dan buku catatan yang biasa kusebut sebagai buku catatan harianku yaitu Diari aku mulai menulis semua hal-hal yang ku alami hari ini dan tak lupa kuceritakan pada diariku bahwa hari ini aku merasa sangat bahagia karena aku melihat salju pertama kutulis semuanya hingga ku tersadar bahwa sekarang sudah hampir jam 3 lewat kata terakhir sebelum mengakhiri tulisanku di diari "i'm so very happy this day because i see my first snowin seoul" aku menutup buku diari dan tersenyum. Aku menutup pintu taman dan memasuki kamar, aku berdoa semoga besok adalah hari yang baik untukku memulai semuanya. 

                                                                      ~SELESAI~

2 komentar: